Rasanya baru kemarin di MOPD di sekolah ini, dengan atribut serba merah, yel-yel pembangkit semangat, sebutan kelompok sunan drajat, bentakan dan sentakan akang teteh panitia, harus bangun lebih pagi karena harus datang pagi-pagi sekali, harus tidur larut malam karena banyak nya tugas yang menumpuk, belum lagi jika ada yang salah, salah sedikit harus diganti, lalu kita harus menjaga sebutir telur yang di cap stempel osis, kita harus menjaga telur itu sampai PABEK (penerimaan anggota baru kepemudaan) nanti, dan kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi, telur itu pecah!! Sungguh kelompok kita jadi bahan pembicaraan hangat saat itu, karena telur kita pecah. Kita saat itu takut, kita berusaha mencari jalan keluar, tapi, yaaa begitulah….Jadilah, CDSB (catatan dosa siswa baru) kita bertambah, yang awalnya sudah banyak, menjadi makin banyak, dan CDSB itu akan dibayar saat kita PABEK nanti, ahhhh……
Dengan suasana bulan puasa, kita harus melaksanakan
MOPD.Wah, kebayang hausnya, apalagi kalo kita udah kecapean karena harus lari-lari,
harus nyanyi sambil teriak, dan sebagainya.Seru memang, kesal, sebal, marah,
semua campur aduk, apalagi pas hari terakhir, rasanya senang terbebas dari semua
tuntutan dan rintangan.
Lalu, kita memulai masuk ketahun ajaran baru, kita kelompok mopd,
menjadi kelas X-3. Di kelas ini, orangnya gokil abissss, meskipun awal-awal kita
masih susah untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri, tapi akhirnya kita bisa,
suasana menjadi seru. Tapi, masih ada yang kita takutkan, yaitu PABEK. Kita semua
belum bisa tenang belajar, karena masih ada PABEK yang menunggu kita, semua
CDSB kita akan dibayar, dengar-dengar PABEK itu lebih serem dari MOPD, dan semua
kelas X WAJIB ikut, ahh tidak! Telur kita!!.
Seminggu sebelum PABEK, kita sepertinya sudah pasrah tentang
telur, kita sanggup menerima hukuman yang berat. Kita mulai merasa tidak karuan,
teringat CDSB kita yang banyak. Oh tidak!! Keluhan dari anak-anak yang lain pun
sudah sering terdengar. Kadang, ketika pulang sekolah di angkot, kita sering membicarakan
PABEK yang mulai mendekat. Anak-anak kelas
lain pun, sering membicarakan kelas kita, karena masalah telur.
Beberapa hari lagi menuju PABEK, kita semua kelas X mulai resah,
apalagi dengan banyaknya isu-isu tentang PABEK yang menyeramkan, WOW!
Makin-makin deh perasaan yang tidak karuan ini.Isu-isu mulai beredar luas,
hukuman-hukuman sudah menanti di depan mata. Anak-anak mulai sibuk mempersiapkan
perlengkapan PABEK, yang akan diadakan sehari-semalam.
Hari H, kita mulai deg-degan, kita mulai pasrah, ahh, pokok nya
udah gak karuan!
Detik-detik menuju upacara pembukaan. Waduhh, kita mulai berpencar
sesuai dengan kepemudaan kita masing-masing. Yang ada dipikiran ku saat itu sudah mulai gak karuan.
Yah tinggal tunggu aja jam terbangnya.
Malam hari, kita udah bener-bener pasrah, takut dengan segala
macam hukuman. Waktunya makan malam, kita makan malam di lapangan kawahcandradimuka.
Di temanililin-lilin kecil, dan alunan lagu yang dinyanyikan oleh akang teteh panitia,
ahh rasanya kaya di café, so sweet bingitttt!! Seru deh. Lalu, acara pensi, lalu tidur.
Tengah malam, kita di bangunkan, kita di gebrak! Pintu di tendang, yah begitulah…. Semalaman kita di siksa, tapi beruntungnya, CDSB kita gak ditagih jadi gak ada hukuman CDSB deh, ayey!!
Upacara penutupan, akhir nya kita bisa tenang belajar di
sekolah, syukurlah…..
Hari-hari berlalu, kita melewati masa-masa kelas X dengan penuh
canda, tawa, kecewa, marah, sedih, pergolakan, kesal, semuaaaanyaaaaaa…. Yang
intinya, SERU!!
Naik ke kelas XI, yah, kita harus pisah, ada yang ke IPA,
IPS, BAHASA. Sedikit sedih memang, aku udah nyaman, tapi kita harus pencar.
Alhamdulillah aku naik kelas, aku duduk di kelas XI IPA 1. Awalnya
aku kurang nyaman, masih butuh penyesuaian. Aku masih membanding-bandingkan dengan
suasana saat dikelas X.
Itu semua butuh proses, tapi aku bisa menjalaninya.

Komentar
Posting Komentar