Sebenarnya, entah perasaan apa yang sedang aku rasakan sekarang. Bingung, semuanya serba bingung. Setelah sekian lama tidak merasakan jatuh cinta, apa memang diumur ku yang sudah menginjak 23 tahun ini, perasaan “kupu-kupu di perut” ini tidak berlaku?
Atau bagaimana sih?
Terakhir kali aku merasakan suka dengan seseorang, hati ini
bergetar hebat, mulut tak mampu menyapanya, mata selalu tertuju padanya. Senang,
indahnya perasaan itu.
Sekarang? Aku hanya seperti memaksakan diri untuk mencintai
seseorang. Aku memang tidak mau kehilangan dia, entah rasa enggan ini hanya
karena terbiasa dengan keberadaan dia yang bersedia mengisi kekosonganku saja,
atau memang aku benar-benar tidak mau kehilangan dirinya dalam arti aku telah
mencintainya?
Atau bagaimana sih?
Aku masih belum bisa mendeteksi perasaan apa yang tumbuh. Namun
keraguan terhadapnya masih terus ada, aku bingung harus seperti apa lagi supaya
aku dapat meyakinkan diri sendiri? Yakin benar, bahwa dia memang baik untuk
aku.
Entah mengapa aku masih banyak bingungnya. Entah mengapa
rasanya terkadang aku memakai topeng untuk berinteraksi dengannya, hanya supaya
dia berfikir bahwa aku memang suka dengan dirinya.
Jujur saja, semakin aku bersikap meyakinkan dia bahwa aku
baik-baik saja, semakin rela kalau aku kehilangan dia. Akting pura-pura cemburu
padahal bodoamat, pura-pura senang padahal biasa aja, dan pura-pura lainnya
membuat aku semakin bingung.
Tapi, di lain waktu aku merasa butuh dia, tidak ingin
kehilangan dirinya, merasa senang mendapat notifikasi dari dia.
Cuman, ya, itu, rasanya tidak sebahagia dulu aku suka dengan
seseorang. Sulit banget rasanya, padahal aku juga ingin merasakan sensasi jatuh
cinta itu kembali.
Apa mungkin karena aku tidak butuh banyak effort untuk
mendapatkannya? Sedangkan sebelumnya aku merasa aku duluan yang suka?
Tidak juga sih sepertinya….
Oh, mungkin memang dari diri akunya, mati rasa. Sulit banget
untuk membangkitkan sebuah rasa setelah sekian tahun berusaha baik-baik saja
sejak patah hati terberat. Entah butuh waktu sebanyak apa untuk benar-benar
bisa kembali sehat.
Namun, layaknya piring yang pecah kemudian direkatkan
kembali, tidak akan bisa kembali sempurna seperti sebelumnya J

Komentar
Posting Komentar